You Do You: Menemukan Kunci Ikigai dengan Mengenal Diri

ikigai

Konsep ikigai dalam buku karya Fellexandro Ruby

Judul buku: You Do You
Penulis: Fellexandro Ruby
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Edisi: Desember 2020
ISBN: 978-602-064-935-1
Halaman: 256 hal.

Mungkin teman-teman sudah familiar dengan kata ‘Passion’.

Passion seringkali dijadikan acuan pertama dalam upaya kita melakukan sesuatu, terutama yang terkait dengan pekerjaan.

Namun ternyata ada konsep yang lebih dalam dibanding passion, yaitu ikigai.

Ikigai adalah filosofi yang sudah cukup lama lahir di Jepang, dimaknai sebagai “sesuatu yang memberikan kita motivasi berkelanjutan dalam menjalani hidup”.

Konsep ikigai bisa dikaitkan dalam konteks apapun di kehidupan sehari-hari. Dalam konteks karier, ikigai menerapkan tiga poin ini agar kita bisa lebih mudah memetakan tujuan kita:

  • Sesuatu yang mampu kita lakukan
  • Sesuatu yang menghasilkan uang atau bayaran ketika dilakukan
  • Sesuatu yang dunia butuhkan

Sekilas terkesan rumit, ya?

Tapi jangan jiper dulu teman-teman, karena buku ‘You Do You’ oleh Fellexandro Ruby ini sangat mempermudah kita dalam merencanakan kehidupan berkarir agar bisa mengikuti prinsip ikigai.

Siapa Fellexandro Ruby?

Sekedar intermezzo, pada awalnya Fellexandro Ruby dikenal sebagai food photographer dibalik Wanderbites.co, sebuah agency di Jakarta dan akun instagram @captainruby.

Podcast-nya bersama Ario Pratomo (akun instagram @Sheggario), Thirty Days of Lunch, banyak mendapat apresiasi karena selain ilmu yang disampaikan sangat bermanfaat, mereka juga kerap mewawancarai tokoh-tokoh terkenal seperti Najwa Shihab sampai Gary Vee.

Selain di Thirty Days of Lunch, beliau juga membangun komunitas anak-anak muda yang passionate untuk belajar bersama di akun instagram @negeripembelajar.

Saat ini beliau aktif memberikan ilmu di channel youtube-nya dan di akun instagram pribadinya, @fellexandro. Jangan lupa di-follow, ya, teman-teman!

“Ya tergantung…… ”
“Gimana kalau passion gue belum menghasilkan?”
“Bisa nggak gue ganti haluan karier?”
“Gue lagi di tengah quarter-life crisis nih, gue harus apa?”
Apa jawabannya? “Tergantung…”

Sekilas memang terkesan agak nyebelin, tapi jawaban itu rasanya memang cukup mencakup seluruh hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan arah karir, misalnya tergantung nilai kehidupan yang kita pegang, tergantung background keluarga, dan lain-lain.

Maka dari itu, buku ‘You Do You’ menekankan pentingnya self-awareness sebagai langkah awal dalam proses pencarian ikigai.

Tidak asal bunyi, Fellexandro Ruby menyertakan berbagai hasil riset yang menunjukkan keunggulan orang-orang yang memiliki self-awareness yang baik, diantaranya adalah cenderung lebih kreatif, percaya diri, dan mampu menjadi pemimpin yang baik.

Selain itu, buku ini juga merekomendasikan berbagai macam tools yang bisa kita gunakan untuk mengenal diri dengan lebih baik, mulai dari penggunaan personality test seperti DISC Test atau yang lebih spesifik seperti VARK Test untuk mengetahui metode belajar kita.

Kita yang sedang dalam masa pencarian seringkali merasa frustasi karena usaha kita terlihat tidak membuahkan hasil.

Disinilah buku ‘You Do You’ mengingatkan bahwa melakukan banyak eksperimen dan menambahkan pengalaman juga adalah proses dari mengenal diri sendiri.

“Embrace failure, habiskan jatah gagalmu,” begitulah dituturkan dalam buku ini.

Kalau masih ragu, coba teman-teman baca kisah inspiratif seorang pengacara korporasi yang banting setir jadi pedagang bakmi frozen setelah menemukan ikigai-nya.

Metode pencarian ikigai pada setiap orang berbeda-beda. Buku ‘You Do You’ menekankan bahwa tidak ada pakem khusus yang harus dilakukan oleh semua orang, karena kepribadian setiap orang berbeda-beda.

Maka dari itu, self-awareness dan memperbanyak eksperimen adalah dua poin yang dirasa vital untuk kita dapat menemukan ikigai masing-masing. Jadi, jangan mudah iri dengan pencapaian tetangga ya!

Serasa sedang ngobrol dengan sahabat

Buku ‘You Do You’ mengajak kita untuk melakukan refleksi diri tanpa membuat prosesnya terasa ‘berat’ dan serius, karena penggunaan bahasa yang ringan dan kerap muncul di keseharian.

Seperti anekdot ‘gue-lo’ dan istilah kekinian lainnya. Berasa ngobrol dengan sahabat sendiri gitu deh!

Secara tampilan visual, penjelasan dalam buku ‘You Do You’ sangatlah eye-pleasing karena spasi di antara tulisan tidak terlalu rapat dan dipenuhi grafik, doodles dan highlight.

Untuk teman-teman yang suka mencatat, buku ini juga menyediakan kolom khusus yang bisa teman-teman gunakan untuk langsung mengaplikasikan ilmu yang baru saja dibaca ke dalam kehidupan teman-teman. Anti lupa-lupa club deh pokoknya!

Belum banyak penulis Indonesia yang menulis topik serupa

Pembahasan mengenai ikigai yang ditulis dengan gaya anak muda belum banyak ditemukan di Indonesia.

Hal ini tentunya akan menjadi kendala, terutama apabila teman-teman mencari sumber yang lebih relevan dengan budaya dan kehidupan kita sehari-hari.

Apabila teman-teman ingin memperdalam pencarian, penulis rekomendasikan buku-buku Rene Suhardono yang juga banyak mengangkat topik serupa.

Bagaimana, sudah siap mencari Ikigai masing-masing?

Thanks for Reading

Enjoyed this post? Share it with your networks.

Leave a Feedback!

Exit mobile version