Industri 4.0 pada Sektor Pertanian

industri 4.0 pertanian

Kemajuan teknologi membuat segala sektor berevolusi ke arah digital tak terkecuali pada sektor pertanian

Perkembangan industri dunia dewasa ini telah memasuki era baru, dimana teknologi mengambil peran penting di berbagai aktivitas. Baik itu aktivitas ekonomi, sosial hingga pendidikan. Revolusi Industri 4.0 telah membawa banyak perubahan. Tren otomatisasi, pertukaran data terkini, Cloud Computing, Internet of things (IoT), dan Artificial Intelligence (AI) merupakan kombinasi yang menjadi tumpuan Industri 4.0 yang tidak hanya mengubah peradaban industri namun juga mengubah peradaban gaya hidup manusia. Kemajuan teknologi membuat semua sektor berevolusi ke arah digital, tak terkecuali sektor pertanian. Lalu bagaimana sektor pertanian menjawab tantangan Industri 4.0?

Mengutip data Badan Pusat Statistik selama 5 tahun belakangan, pencapaian Pendapatan Domestik Bruto (PDB) untuk sektor pertanian terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2014, sumbangsih PDB dari sektor pertanian yang tadinya hanya 880 triliun terus mengalami kanaikan signifikan setiap tahunya. Hal ini menunjukan bahwa pertanian merupakan sektor yang menjanjikan, mengingat Indonesia merupakan negara agraris.

Industri 4.0 pada Sektor Pertanian 1
Sumber: Badan Pusat Statistik (data diolah)

Disisi lain, inovasi teknologi belum sepenuhnya di implementasikan pada sektor ini. Pengalihan teknologi dari tradisional menjadi modern dalam pengelolaan pertanian belum mampu diterima secara luas oleh para petani. Kebanyakan dari mereka lebih memilih menggunakan peralatan tradisional dibanding peralatan teknologi canggih. Hal ini disebabkan selain keterbatasan biaya, faktor keterbatasan pengetahuan akan teknologi menjadi penghambat untuk ekspansi di sektor ini secara luas.

Meski begitu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya melakukan modernisasi pertanian yang merupakan penerapan teknologi 4.0 di bidang pertanian. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan efisiensi sistem usaha tani. Sejak tahun 2018, Kementan telah melakukan riset dan perekayasaan terkait teknologi alat dan mesin pertanian yang berbasis Internet of Things (IoT), Cyber-physical System, dan Management Information System.

Salah satu contoh peralatan canggih untuk menunjang pertanian 4.0 ialah ‘drone penebar benih’. Berbasis perangkat Android dilengkapi dengan sistem GPS , alat ini dipercaya mampu menebar benih satu hektar lahan dalam waktu 1 jam saja.

Peran Milenial di Sektor Pertanian

Secara umum konsep pertanian 4.0 yakni memanfaatkan teknologi informasi dan jaringan internet yang menghubungkan unit operasinya dengan instrumen dan peralatan canggih untuk membantu aktivitas pertanian dari hulu ke hilir. Mulai dari perencanaan masa tanam hingga pemasaran produk pertanian, semua ditopang dengan big data. Usaha pemerintah dalam memodernisasi pertanian tentu saja harus didukung SDM yang paham akan hal tersebut.

Untuk itu peran generasi milenial sangat penting sebagai penggerak industri 4.0 pertanian. Generasi milenial adalah generasi yang tidak bisa lepas dari teknologi digital. Mereka tumbuh disaat pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Pesatnya teknologi pertanian digital diharapkan menjadikan generasi milenial untuk terjun dalam dunia pertanian.

Faktanya, saat ini petani Indonesia didominasi oleh kalangan tua. Keterlibatan generasi milenial pada sektor ini menjadi penting karena mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian. Dengan kata lain, pentingnya regenerasi petani melalui teknologi. Hal ini tentu sesuai dengan rencana pemerintah untuk membangun kualitas SDM yang unggul dalam rangka menjawab tantangan industri 4.0 pada sektor pertanian.

Thanks for Reading

Enjoyed this post? Share it with your networks.

Leave a Feedback!