4 Nilai yang Tersirat dalam Film ‘To The Bone’

film to the bone 2017

Hal-Hal yang Bisa Kamu Pelajari dari Film ‘To The Bone’.

Sudah pernah nonton film yang diproduksi oleh Netflix ini belum? Kalau belum, boleh deh film yang dibintangi oleh Lily Collins ini kamu tonton untuk me-refresh otak dari aktivitas harian yang bikin jenuh. Cerita di film ‘To The Bone’ ini keren banget, karena membahas sesuatu yang jarang banget difilmkan. Padahal sebenarnya kasus di film yang dirilis 14 Juli 2017 ini sangat relatable di kehidupan kita sehari-hari.

Ceritanya, seorang gadis bernama Ellen (Lily Collins) mengalami gangguan pola makan (eating disorder) yang disebut anorexia nervosa. Ya, gadis bernama Ellen tersebut anti banget kalau disuruh makan. Penyebabnya, karena ia takut gemuk. Padahal, tubuhnya sudah sangat kurus. Sampai-sampai banyak banget gangguan kesehatan yang terjadi akibat eating disorder ini.

film to the bone 2017
To The Bone

Di film ini, pengidap anorexia nervosa dibahas detail banget. Misalnya gambaran Ellen yang mengalami menstruasi nggak teratur akibat gangguan makannya itu. Selain itu, Ellen juga selalu merasa kedinginan karena sangat kurus dan jaringan lemak di tubuhnya sudah sangat sedikit. Bahkan badan Ellen ini sampai ditumbuhi bulu-bulu akibat tubuhnya beradaptasi untuk menghangatkan diri. Saking antinya dengan makanan, setiap makanan masuk mulut, Ellen akan memuntahkannya. Setiap hitungan kalori dari suatu makanan saja bahkan ia hafal karena sudah terlalu sering menghitung-hitung kalori makanan.

Meski Ellen mengidap eating disorder, tetapi dia tetap memiliki cita-cita di bidang seni. Orang-orang di sekelilingnya juga perhatian padanya. Hingga ibunya suatu hari membawa Ellen melakukan pengobatan gangguan makannya ini. Nah, kalau kamu penasaran kelanjutan filmnya, tonton saja deh sendiri. Akan tetapi, dengan nonton film ini ada beberapa pelajaran penting yang bisa kamu dapatkan lho.

1. Cantik itu nggak selalu kurus

Di film ‘To The Bone’ sebenarnya nggak diceritakan bahwa penyebab Ellen mengalami gangguan makan adalah karena ia terobsesi ingin tampil cantik. Namun, hal ini sangat bisa kita pelajari. Mengingat mindset sebagian besar orang, wanita cantik adalah yang kurus dan tinggi semampai bak artis Korea. Padahal anggapan tersebut salah. Terlalu kurus jadinya malah nggak cantik. Bayangkan saja, badan kita terlihat terlalu datar, pucat, nggak berenergi, dan hanya terlihat tulang serta kulit.

2. Bersyukurlah selagi masih bisa makan

Ketika kita masih memiliki nafsu makan dengan baik dan nggak mengalami eating disorder, maka nikmat ini nggak boleh kita sia-siakan. Namun bukan berarti kita bisa makan sebanyak mungkin, ya. Di film ini, Ellen dan beberapa orang yang juga mengidap eating disorder memiliki kesamaan. Mereka sama-sama benci ketika waktu makan tiba. Wah, repot banget, ’kan? Bahkan salah satu teman Ellen yang sedang hamil dan sama-sama berada di tempat pengobatan eating disorder harus mengalami keguguran karena asupan makannya sangat kurang.

3. Jangan meremehkan mental health

Mental health sekarang ini begitu menjadi perhatian bagi orang-orang. Ada body shaming, bullying, komentar yang nggak baik di sosial media, sampai ujaran kebencian. Nggak semua korban dari hal-hal tersebut bisa bertahan lho. Sebagai contoh, kita mem-bully teman kita yang gemuk. Kita nggak pernah tahu jika ia sangat sakit hati dengan bully-an kita. Bisa jadi, setelahnya, ia merasa harus diet ketat hingga mengalami gangguan makan. Jangan sampai deh!

4. Jangan menyerah menghadapi kesulitan

Di film ini, Ellen dan teman-temannya sesama penderita eating disorder jelas mengalami gangguan kesehatan. Bahkan mereka terancam nggak berumur panjang karena memang sudah terlalu kurus dan kehabisan energi. Nah, kita bisa mempelajari bahwa apa pun kesulitan yang menimpa kita, jangan menyerah begitu saja. Sebab, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Selain itu, Ellen yang memang memiliki hobi di bidang seni tetap semangat melakukan hobi untuk mencapai cita-citanya lho. Ya, sakit nggak menghambat kita untuk meraih impian.

Itu dia beberapa hal yang menarik dan bisa kita pelajari di kehidupan sehari-hari dari film ‘To The Bone’. Oh ya, film ‘To The Bone’ ini konon menuai kontroversi terkait dengan gejala eating disorder yang sebenarnya dan penanganan eating disorder tersebut. Namun, terlepas dari berbagai kontroversi tersebut, film ini menarik abis kalau kamu mencari tontonan di akhir pekan yang membawa nuansa berbeda. Film ini juga dibumbui dengan drama percintaan ringan lho. Dijamin nggak bosen deh nontonnya.

Thanks for Reading

Enjoyed this post? Share it with your networks.

Leave a Feedback!