4 Karakter Kinan di Layangan Putus yang Layak Ditiru

kinan layangan putus

It’s my dream, Mas, not hers!

Kalimat viral baru-baru ini akibat ulah Mas Aris yang bikin gemas pemirsa anti serong serong club. Memang perkara perselingkuhan bisa sukses menyentuh sanubari dan bikin kebanyakan wanita mendidih.

Sempat heboh dengan pelakor versi Korea, Yeo Da-kyung yang berasal dari keluarga terdidik, tetapi bersedia jadi orang ketiga karena terlanjur jatuh cinta, nah, Indonesia juga punya tokoh pelakor bernama Lydia Nadira melalui serial Layangan Putus.

Web series Layangan Putus terinspirasi dari tulisan yang ramai diperbincangkan di dunia maya Tahun 2019 silam. Kemudian, cerita tersebut dikemas menjadi sebuah Novel berjudul Layangan Putus dan berhasil menarik pihak MD Entertainment untuk memvisualisasikan karya Mommy ASF tersebut.

Namun, alur cerita serial tersebut tidak sepenuhnya sama dengan Novel, hanya mengambil esensinya saja.

Barisan emak-emak dan serikat istri Indonesia jadi lebih waspada akibat si ‘Manis dibibir memutar kata’ alias Mas Aris. Kalau jadi Kinan, mamang sakitnya tuh disini, Mas.

Lalu, apa saja ya karakter Mamim Kinan yang boleh banget buat dicontoh, Nerd?

1. Tenang dan Rasional

Sempat gegabah karena salah sasaran setelah menaruh curiga akibat mencium bau parfum asing di kemeja suaminya dan menemukan anting yang tinggal sebelah di kantong jas Aris, Kinan mulai lebih strategis dalam mengendalikan instingnya.

Pertama kali dia menemukan siapa sebenarnya dibalik nama Jack’s Office, Kinan bersikap tenang serta lebih pandai menyembunyikan kegusarannya.

Orang yang manipulatif seperti Aris harus dihadapi dengan tindakan berbasis data dan fakta karena pinter banget ngeles-nya shhaaay! Imajinasi fantastis yang ga kepikiran pun bisa loh jadi alasan, termasuk proyek rahasia kan?

Saat mempertemukan 2 orang yang ketahuan selingkuh, Kinan mampu mengendalikan diri dan mengkonfrontasi dengan elegan.

Ketika pelakor mulai percaya diri muncul di Video Call antara Aris dan anaknya, Ia juga tidak terpancing amarah dan berusaha mencairkan kebingungan Raya.

2. Menjaga pertemanan dan privacy orang lain

Saat menyadari kesalahannya karena berburuk sangka pada Miranda, Kinan tidak sungkan untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Ia berusaha tetap menjaga hubungan baik dan tidak sedikitpun menceritakan rahasia Miranda pada orang lain bahkan para sahabatnya. Waktu Miranda memutuskan bercerai, Kinan mengatakan, “Kalau butuh temen, just call me, okay? I’m your friend”.

4 Karakter Kinan di Layangan Putus yang Layak Ditiru 1
Sumber gambar: WeTV

Dalam cerita ini juga digambarkan bagaimana Kinan menjalin hubungan baik dengan 3 sahabatnya yang mengajarkan penonton tentang pertemanan yang saling mendukung satu sama lain di setiap kondisi.

Tidak selalu ada, tetapi hadir saat dibutuhkan. Tidak menghakimi, tetapi mendengarkan dan mengingatkan jika diperlukan. Tidak selalu sama, tetapi berusaha menghargai dan saling memahami.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidup kita dan lewat siapa Tuhan akan memberikan pertolongan-Nya.

Dengan berbuat baik dan menjaga pertemanan yang sehat, kita memiliki rumah selain keluarga untuk berbagi berita gembira serta berteduh ketika dunia terasa sendu dan abu-abu.

3. Mandiri dan punya prinsip

Sebelum memutuskan fokus mengurus rumah tangga, Kinan menjalankan profesi sebagai dokter.

Mengutip perkataan Andre, “Kinan yang gue kenal dulu, dia itu orangnya mandiri. Dia cerdas. Dia pekerja keras. Dan selama bekerja keras itu, dia melakukannya dengan bahagia. Tapi, yang paling gue hormati dari Kinan, dia itu very very decisive.”

Menurut sang mantan suami, Kinan merupakan sosok yang sempurna sebagai seorang istri dan mampu mengelola banyak hal.

Akan tetapi, semesta sudah mengajarkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Kinan yang kehidupan pernikahannya hampir diinginkan semua perempuan, ternyata harus menghadapi cobaan suami mendua.

Aris tidak bisa menentukan salah satu pilihan yang diberikan Kinan: melanjutkan asmara dengan Lydia atau kembali sepenuhnya kepada keluarga.

Sesudah berupaya agar pernikahannya tetap utuh, pergolakan batinnya diakhiri dengan keputusan tidak melanjutkan kebersamaan lagi.

Kisah Kinan memberikan pesan bahwa saat suatu keadaan sudah tidak sejalan dan tidak dapat dipaksakan, maka diperlukan keberanian untuk berjabat tangan pada perpisahan.

Hal ini tentunya bukan suatu keputusan yang mudah dan perlu pertimbangan secara mendalam dari berbagai aspek, termasuk finansial.

Be prepared for the unexpected because you never know what the future holds. That’s why women should be independent and invest in themselves whether it’s through money, knowledge, new skills, experience, etc. Before depending on others, you yourself are the only person that you ought to rely on.

Dari Kinan, kita juga belajar untuk tegas dan memiliki prinsip bahwa terkadang yang kita miliki sebagai seorang perempuan hanya harga diri.

Dia tidak gentar dengan perkataan Lydia dan memastikan bahwa Raya akan mengingat dirinya sebagai seorang anak dari perempuan yang sedang mempertahankan harga dirinya.

4. Mencintai diri sendiri

Seperti judul buku Bakari H. Thompson, Self-Love is not Selfish: It’s Necessary. Mencintai diri sendiri berbeda dengan egois karena mecintai diri sendiri bukan berarti harus merugikan orang lain.

Ketika kita sayang pada diri sendiri, kita sadar tidak mau menyakiti diri kita. Kita memperlakukan diri dengan baik sehingga jiwa dan raga menjadi sehat.

Jika tangki cinta dan bahagia kita sudah penuh di dalam diri sendiri, kita jadi merasa perlu membagikannya dengan orang lain.

Itulah mengapa ada pepatah: Happiness is contagious. Penting bagi kita untuk memastikan bahwa diri kita berhak memilih bahagia.

kinan layangan putus
Sumber gambar: WeTV

Di akhir episode, Kinan merasa tidak perlu lagi menyalahkan siapapun, tetapi berkonsentrasi pada inner peace dalam dirinya. Memendam emosi negatif berkepanjangan bukan cara yang bijak untuk menyayangi diri sendiri.

Meskipun Aris tidak pernah mengucapkan kata pisah, Ia merasa lebih bahagia mengikhlaskan suaminya untuk perempuan lain dibandingkan harus berbagi.

Mungkin saja itu bukan pilihan yang tepat untuk semua orang, melainkan pilihan yang bagi seorang Kinan lebih baik untuk dihadapi segala konsekuensinya.

Life presents choices that we continuously make with all the consequences. So, there’s no such thing as a definite right or wrong answer. Trust our gut and prioritize what makes us happier.

Tidak apa sesekali kita kehilangan layangan kita; impian kita diterbangkan oleh angin. Satu-satunya yang harus kita pegang erat adalah diri kita sendiri – Kinan.

Thanks for Reading

Enjoyed this post? Share it with your networks.

One Response

  1. Risma Februari 15, 2022

Leave a Feedback!